Selasa, 09 November 2010

Training munakahat berakhir di rumah sakit. Saya tak apa-apa. Calon mempelai patah lengan. Syafakallah, akh.

5 komentar:

  1. innalillahi wa inna ilaihi raji'un

    BalasHapus
  2. hmhmmm... semoga semua cepat kembali normal...

    BalasHapus
  3. Bagian dari lika liku dan dinamika hidup..tetep semangat!C#

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah. Ternyata tak patah, lepas engsel tapi. Makasih semuanya.
    Ceritanya panjang, (halah!)
    di rumah sakit yang sama, bertemu saudara. Seorang teman kritis katanya. Sampai tadi malam, sudah habis 30kantong lebih darah, terkumpul 26 kantong dari rekan kerja... Tadi pagi jam 5 koma... Entah bagaimana skrg... Saya jam 11 sudah pulang.
    Astaghfirullah... Di tengah cobaan2 buat teman2 saya. Saya malah terfikir diri sendiri. Kalau saya begitu, siapa yang saya mau bikin repot.? Saya sebatang kara di sini.
    hiks.

    BalasHapus

Karena rumput tetangga lebih hijau. (5)

Saya pun bercerita pada istri, kesenangan sesaat saya, ke-nelangsa-an saya, dan itsar! *gedubrak.. Istri hanya tersenyum karena kekonyolan i...