Malam itu, hingga lepas isya kami belum makan. Istri juga belum masak lantaran sudah sore kami baru pulang dari kota. Lapar, tentu saja. Tapi saya masih malas untuk keluar. Kami bicara, banyak. Makin lapar, tentu saja.
"kok makin lapar ya, mas?"
Saya menciumi pipi istri saya, berusaha menetralisir sindirannya... Hehe. Sambil niat berangkat beli makanan.
Istri saya ter senyum...
"kenyang?...." tanyanya. gubrak!!!
Kami tertawa, meski tak lepas, sebab kami tinggal di kontrakan petak-petak.. Takut terdengar tetangga... Hihihi