Selasa, 14 Desember 2010

Hujan!!!

Malam ini hujan... Pas jadwal shift malam. Wedew bener.

Oke, mantel dikenakan, bersiap duduk di boncengan seorang kawan... Rintik mulai menerpa... Setiba di gerbang pabrik hujan mulai deras, motor dipacu menembus bulir2 hujan... Saya menikmati suaranya... Bulir2 yang bertubi-tubi jatuh di helm plastik saya. Irama yang begitu saya candui ketika kecil, di bawah atap seng rumah simbah...
Mata saya tak jelas menangkap bias2 lampu jalanan pabrik... Fikiran melayang...

Bapak...
Belasan tahun silam...
Senja yang basah, dalam gendongan emak, di bibir jendela, sementara tempias sekali dua mencandai kaki mungilku yang tersembul dari kain batik gendongan emak...
Bapak pulang, bersepeda, dengan seikat rumput di belakangnya, tentu saja semakin berat, karena air hujan menginap di selanya. Begitulah, biasa bapak sepulang kerja, sebagai tukang bangunan...
Merumput untuk sapi milik orang, menunggu bagian setengah dari anak ternaknya.
Menurunkan rumput di tempat pakan di kandang sapi, memarkir sepedanya di sana...
Bergegas, bercelana pendek, bermandi hujan di bawah talang.

Sementara emak menyeduh secangkir besar teh melati cap Dandang, bapak menggendong saya.
Sejuk...
Saya bermain2 dengan jemari bapak yang mengkerut oleh air hujan...

*ternyata, sebelum mengenakan mantel hujan, saya lupa pake jaket pun sweater...
Bakal kedinginan semalaman ini...
Parah...

Brrr... ^_^

7 komentar:

  1. kenangan tentang hujan.....
    semoga kamu sehat2 saja ya Bayu...

    BalasHapus
  2. alhamdulillah. Ada teman yang kerjanya di tempat hangat, nggak mungkin pake jaket. Pinjem deh...

    Selalu suka hujan.

    BalasHapus
  3. Daji... ^_^

    pak samsul... Alhamdulillah nggak pak.
    *sedia habbatussaudaa.

    BalasHapus
  4. dharmasraya..tetanggaan kita.
    *sawahlunto

    BalasHapus

Karena rumput tetangga lebih hijau. (5)

Saya pun bercerita pada istri, kesenangan sesaat saya, ke-nelangsa-an saya, dan itsar! *gedubrak.. Istri hanya tersenyum karena kekonyolan i...