Padahal, saya sudah senang dapat kotakan sido marem, sampai saya ilfil sama kotakan perdana raya.
Dalam hati, ya sudahlah, semoga saya mendapat itsar... Halah!!
Pengennya itsar tapi tetep saja, saat makan saya melirik nelangsa ke kotakan sido marem mas ris, kotakan perdana raya saya makan dengan selera yang patah. Hahaha.
Sampai di rumah saya cerita ke istri nggak jadi makan sido marem...
"kok bisa? Tapi udah pas tadi..." kata istri saya yang mengerti saya setengah ngidam sido marem..
bila kata memilih sunyi, mata menari mengikuti baris-baris makna.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Karena rumput tetangga lebih hijau. (5)
Saya pun bercerita pada istri, kesenangan sesaat saya, ke-nelangsa-an saya, dan itsar! *gedubrak.. Istri hanya tersenyum karena kekonyolan i...
-
Bismillah. Bada isya semalam. Di shaff belakang ada yang masbuk. Di depannya ada bapak2 bersafari. Usai imam salam, si masbuk maju mendekat ...
Kasiaaaan... Ntar Bunda beliin kalau pulkam :)
BalasHapusngidam? Hihih
BalasHapusultahmu dah lewat ya? ada yg onlen gak ya jualnya?
BalasHapusHi2... Transfer mentahnya saja bund... Wkwkwk.
BalasHapusah ga mau,ntar malah ora sido marem
BalasHapusSetengah ngidam mbarin. Bukan ngidam. Hihih
BalasHapus